Hiu Kencana Widhi
NIM: 2212007
Dosen Pembimbing:
Danny Dwi Rachmanto S.T., M.Ds. & Siti Fatimah S.T., M.T.
Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM)
Area inbound merupakan bagian krusial dalam operasional kargo udara karena memengaruhi efisiensi fasilitas, kecepatan pelayanan, dan kenyamanan pelanggan. Penataan ruang dan aliran material yang baik dapat mengurangi waktu tunggu, meminimalkan perpindahan, serta meningkatkan akurasi penanganan barang.
Observasi di PT Dian Mega Kurnia Bandara Juanda menunjukkan bahwa penataan barang inbound belum sistematis. Barang ditempatkan secara acak, alur perpindahan petugas dan pelanggan sering tumpang tindih, dan waktu pencarian barang menjadi lebih lama.
Dipilih karena tingkat fleksibilitasnya yang tinggi untuk menyesuaikan tata letak dengan kondisi dan kebutuhan operasional.
Garis merah pada gambar menunjukkan pergerakan tidak efisien, penumpukan di depan konter, dan banyak simpangan (cross-traffic) yang mengganggu kenyamanan.
Kesimpulan Data: Barang kecil memiliki waktu pencarian paling fluktuatif karena penempatan acak. Diperlukan pengelompokan sub-zona per maskapai.
Analisis Activity Relationship Chart menentukan kedekatan ruang:
Strategi Utama: Penerapan Zonasi Berbasis Maskapai.
Memberikan peningkatan efisiensi pencarian barang sebesar 27,2%. Aliran aktivitas lebih linier dan minim belokan. Layout ini paling mudah diimplementasikan tanpa merombak bangunan fisik.
Perbandingan Kinerja Layout Lama vs Layout Usulan 1
| Kriteria | Sebelum | Usulan 1 | Peningkatan |
|---|---|---|---|
| Jarak Pencarian (Rata-rata) | 17,3 m | 10,45 m | 39,59% |
| Waktu Pencarian | 166,9 dtk | 82,25 dtk | 50,72% |
| Frekuensi Papasan | 3,3 kali | 1,7 kali | 48,48% |
| Jarak Barang Kecil | 15,7 m | 4,49 m | 71,38% |
(Gambar berganti otomatis setiap 1 detik)