PERANCANGAN ULANG PENATAAN TATA LETAK AREA INBOUND
UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI FASILITAS DI OUTLET CARGO PT. DIAN MEGA KURNIA DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP)

SEMINAR HASIL / KOMPREHENSIF

Hiu Kencana Widhi

NIM: 2212007

Dosen Pembimbing:

Danny Dwi Rachmanto S.T., M.Ds. & Siti Fatimah S.T., M.T.

Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM)

1. Latar Belakang & Masalah

LATAR BELAKANG

Area inbound merupakan bagian krusial dalam operasional kargo udara karena memengaruhi efisiensi fasilitas, kecepatan pelayanan, dan kenyamanan pelanggan. Penataan ruang dan aliran material yang baik dapat mengurangi waktu tunggu, meminimalkan perpindahan, serta meningkatkan akurasi penanganan barang.

Observasi di PT Dian Mega Kurnia Bandara Juanda menunjukkan bahwa penataan barang inbound belum sistematis. Barang ditempatkan secara acak, alur perpindahan petugas dan pelanggan sering tumpang tindih, dan waktu pencarian barang menjadi lebih lama.

RUMUSAN MASALAH

  1. Apa saja faktor penyebab inefisiensi pada Area Inbound di Outlet Cargo PT Dian Mega Kurnia?
  2. Bagaimana rancangan tata letak usulan dengan metode SLP dapat meningkatkan efisiensi fasilitas?
Denah Area Kondisi Sebelum
Gambar 2: Denah Area (Kondisi Sebelum)

2. Tujuan & Metodologi

Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis tata letak Area Inbound eksisting dan mengidentifikasi faktor penyebab ketidakefisienan proses pencarian barang melalui observasi, pengukuran, dan analisis hubungan aktivitas.
  2. Mengembangkan rancangan tata letak alternatif berbasis metode Systematic Layout Planning (SLP) dan mengevaluasi peningkatannya melalui perbandingan kinerja sebelum dan sesudah perancangan.

Metode: Systematic Layout Planning (SLP)

Dipilih karena tingkat fleksibilitasnya yang tinggi untuk menyesuaikan tata letak dengan kondisi dan kebutuhan operasional.

Batasan Penelitian

  1. Fokus pada tata letak Area Inbound di Outlet Cargo PT Dian Mega Kurnia.
  2. Metode terbatas pada SLP.
  3. Tidak mencakup penambahan fasilitas fisik bangunan.
  4. Fokus pada pengaturan posisi barang inbound.
Alur Prosedur Penelitian
Gambar 1: Alur Prosedur Penelitian

3. Analisis Kondisi Eksisting (Masalah)

Inefisiensi Aliran

Garis merah pada gambar menunjukkan pergerakan tidak efisien, penumpukan di depan konter, dan banyak simpangan (cross-traffic) yang mengganggu kenyamanan.

Fakta Data Lapangan

  • Barang Kecil: Jarak rata-rata 15,7 m, Waktu 208,5 detik, Papasan 4,4 kali.
  • Barang Besar: Jarak rata-rata 17,5 m, Waktu 112,5 detik, Papasan 2,7 kali.
  • Barang Jumlah Banyak: Jarak 22 m, Waktu 155 detik.

Kesimpulan Data: Barang kecil memiliki waktu pencarian paling fluktuatif karena penempatan acak. Diperlukan pengelompokan sub-zona per maskapai.

Alur Pergerakan Aktivitas
Gambar 3: Alur Pergerakan Aktivitas (Sebelum)

4. Analisis Hubungan Aktivitas (ARC)

Analisis Activity Relationship Chart menentukan kedekatan ruang:

  • Hubungan Mutlak (A): Area Pelayanan (B) dengan Penyimpanan Barang Kecil (C). Wajib dekat karena frekuensi pengambilan tinggi dan butuh akses cepat.
  • Hubungan Sangat Penting (E): Area Penerimaan (A) dengan seluruh area penyimpanan. Agar aliran masuk barang lancar tanpa bottleneck.
  • Hubungan Tidak Dikehendaki (X): Area Pelayanan (B) dengan Area Packing (F) untuk menghindari gangguan.

Strategi Utama: Penerapan Zonasi Berbasis Maskapai.

ARC Diagram
Gambar 8: Activity Relationship Chart (ARC)

5. Perancangan Layout Usulan 1 (Terpilih)

Konsep Zonasi Baru

  • Sub-zona C1-C4 (Barang Kecil): Dekat konter pelayanan. Maskapai volume tinggi (Lion Air) di C1 (terdepan).
  • Sub-zona D1-D4 (Barang Besar): Dekat pintu masuk (Loading Dock) untuk mengurangi beban angkut.
  • Sub-zona E1-E4: Kondisi tetap di area belakang.

Alasan Pemilihan Layout 1

Memberikan peningkatan efisiensi pencarian barang sebesar 27,2%. Aliran aktivitas lebih linier dan minim belokan. Layout ini paling mudah diimplementasikan tanpa merombak bangunan fisik.

Denah Usulan 1
Gambar 10: Denah Layout Usulan 1

6. Evaluasi Peningkatan Efisiensi

Perbandingan Kinerja Layout Lama vs Layout Usulan 1

Kriteria Sebelum Usulan 1 Peningkatan
Jarak Pencarian (Rata-rata) 17,3 m 10,45 m 39,59%
Waktu Pencarian 166,9 dtk 82,25 dtk 50,72%
Frekuensi Papasan 3,3 kali 1,7 kali 48,48%
Jarak Barang Kecil 15,7 m 4,49 m 71,38%
Grafik Perbandingan
Gambar 39: Grafik Peningkatan Efisiensi

7. Visualisasi 3D Layout Usulan

8. Kesimpulan & Saran

Kesimpulan

  1. Inefisiensi awal disebabkan oleh penyimpanan acak (random storage) dan layout yang tidak terzonasi, menyebabkan waktu pencarian barang kecil yang sangat lama.
  2. Layout Usulan 1 terbukti menurunkan jarak tempuh sebesar 39% dan waktu pencarian hingga 50% (dari 166,9 detik menjadi 82,25 detik).
  3. Metode Systematic Layout Planning (SLP) efektif meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan tanpa memerlukan renovasi fisik bangunan yang memakan biaya besar.

Saran Implementasi

  • Visual: Terapkan signage/lakban lantai untuk batas zona.
  • SOP: Sosialisasi alur baru agar petugas disiplin menaruh barang sesuai zona.
  • Evaluasi: Lakukan monitoring berkala setiap 3 bulan.
Visualisasi 3D
Gambar 38: Gambaran 3D Layout Usulan 1

9. Gambaran Visual Fisik

(Gambar berganti otomatis setiap 1 detik)

TERIMA KASIH

Sesi Tanya Jawab

Slide 1 / 11